Perbedaan Model Batik Solo Dengan Yogyakarta

Perbedaan Model Batik Solo Dengan Yogyakarta Yang Perlu Anda Tahu

Berikut ini adalah perbedaan model batik Solo dengan Yogyakarta. Batik merupakan salah satu warisan dari budaya leluhur Indonesia yang wajib dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Setiap daerah di Indonesia mempunyai model batik yang berbeda-beda entah dari warna, desain, motif atau lainnya. Begitu pula dengan batik khas Solo dan juga batik khas Yogyakarta yang merupakan pusat dari kebudayaan wilayah jawa. Jika dilihat dari sejarah memang kedua daerah tersebut mempunyai ciri khas pola batik hasil dari turunan Keraton Mataram. Tidak heran jika di keduanya hampir mempunyai motif yang sama, walaupun dalam perkembangannya ada beberapa perbedaan.

Sebagai orang awam tentunya akan mengatakan bahwa motif batik dari Solo dan Yogyakarta itu sama. Namun jika dilihat dengan seksama banyak hal yang membedakan diantara keduanya, dapat dikatakan serupa tetapi tidak sama.

4 perbedaan model batik solo dengan yogyakarta

Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui apa saja perbedaan dari jenis batik kedua daerah tersebut. Simak penjelasan berikut ini yang menjadi pembeda dari batik Solo dan Yogyakarta, antara lain:

1. Desain.

Jika dilihat dari desain keduanya mempunyai kemiripan, tetapi coba Anda lihat dengan seksama. Untuk batik dari daerah Solo mempunyai motif yang berukuran lebih kecil dari pada jenis batik Yogyakarta. Karena itu dapat diartikan sebagai desain yang luwes yang dapat menimbulkan kesan kalem dan juga anggun kepada setiap pemakaian. Sebaliknya untuk daerah Yogyakarta yang mempunyai desain motif berukuran cenderung besar yang dapat menciptakan kesan yang gagah serta terlihat maskulin.

2. Warna.

Kemudian bisa juga dibedakan berdasarkan dari warna, untuk mudahnya Anda bisa melihat pada bagian dasar atau sering disebut bagian latar. Untuk batik Yogyakarta mempunyai ciri khas untuk model batik yang selalu diberi warna latar putih atau cenderung lebih terang. Tetapi untuk Solo sendiri warna dasar yang digunakan adalah cokelat keemasan atau lebih menonjol ke warna gelap. Walaupun mungkin warna pada batik Yogyakarta yang gelap tetapi lebih dominan ke biru, sedangkan Solo cenderung hitam atau kecoklatan.

3. Hiasan emas atau prada.

Kerajaan Mataram pada jaman dahulu selalu memberikan lapisan atau hiasan emas batik untuk acara tertentu. Begitu pula pada desain batik yang dibuat oleh masyarakat Solo dan Yogyakarta. Tetapi yang membedakan keduanya adalah pada daerah Yogya hampir semua motif dilapisi emas, tetapi Solo hanya menerapkan emas pada bagian luar motif saja dan beberapa isian ornamen.

4. Motif parang.

Walaupun sama-sama mempunyai motif parang tetapi keduanya mempunyai ciri yang berbeda dalam proses pembuatannya. Untuk Yogyakarta garis pada motif parang dibuat dari kanan atas kebagian kiri bawah. Tidak begitu dengan daerah Solo yang menerapkan jalur dari bagian kiri atas dan kemudian kebagian kanan bawah.

Dari beberapa penjelasan diatas Anda akan lebih mudah untuk membedakan setiap motif batik dari kedua daerah. Memang jika dilihat sekilas semuanya sama berbentuk batik tetapi masing-masing wilayah mempunyai ciri khas, desain, warna sampai dengan filosofi yang berbeda-beda. Ada beberapa jenis batik yang hanya digunakan untuk acara tertentu, batik yang mempunyai motif larangan dan jenis motif lainnya.

Seiring berjalan jaman seperti sekarang ini batik sudah bukan lagi menjadi salah satu kain yang hanya digunakan untuk acara tertentu saja. Bahkan setiap harinya banyak masyarakat yang mengenakan baju atau pakaian model batik. Hal ini membuktikan bahwa semakin kesini batik semakin eksis dan sudah diakui dunia sebagai warisan budaya Indonesia yang mempunyai keindahan karena proses pembuatan maupun motif dan warnanya.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.