Parkour dan Saya

Saya mengenal Parkour sejak tahun 2007, seorang teman bilang “Lut, aku punya video yg pasti kamu bakal suka”. Ya, itu adalah video tentang Yamakasi. Sejak saat itu saya mencari-cari informasi tentang Yamakasi –> Parkour kemudian saya mengenal UrbanFreeFlow dan forumnya setelah itu saya mengenal Parkour.net dan forumnya. Ketemu sama praktisi-praktisi parkour dari seluruh dunia. Ada juga beberapa praktisi dari Indonesia hanya saja sangat sedikit. Singkat cerita kami (saya dan praktisi dari Indonesia) membuat sebuah wadah untuk bertemu dan berbagi tentang Parkour dalam bahasa Indonesia.
Pertama kali latihan bareng Play_On di Malang. Atas kebaikan hati traceur Brex aka Agus Purwanto saya diperbolehkan menginap di dormitory-nya. Saya lupa berapa hari saya berada di Malang. Yang selalu saya ingat adalah keesokkan harinya, seluruh otot tubuh saya rasanya njarem semua. Nyaris tidak bisa digerakkan. Kalau bukan karena malu sama si Brex saya lebih memilih untuk tidur saja. Padahal saya hanya latihan basic saja (running, balancing, sedikit kong dan sedikit climb-up). Kemudian latihan saya lanjutkan di Surabaya bersama ScAPE selama beberapa bulan. Saat itu latihan masih di sekitar kampus ITS Sukolilo.

Gaya Hidup
Parkour bagi Traceur / praktisi Parkour bukan hanya sebuah seni berpindah tempat dari point A ke point B saja. Parkour adalah sebuah gaya hidup. Ketika kita sudah mengenal lebih dalam tentang filosofi parkour secara otomatis merubah gaya hidup kita. Kita melihat lingkungan sekeliling kita dengan cara yang berbeda (Parkour Vision). Pagar tembok, railing, palang besi, pot tanaman, meja taman dan lain-lain. Ga sadar kita akan senyum-senyum sendiri ketika melihat lingkungan /obstacle baru.
Pola Pikir
Bukan hanya itu saja, pola pikir pun juga berubah. Di Parkour kita dituntut untuk bisa melewati halang-rintang dengan efektif dan efisien. Di kehidupan sehari-hari kita akan mencari cara agar bisa efektif dan efisien juga.
Berani mencoba
Yang terakhir kita akan berani untuk mencoba dan mencoba lagi sampai berhasil. Saat latihan parkour ada saatnya kita mencoba hal yang baru seperti kong. “Coba ah!” ternyata gagal, “Coba lagi ah, masak gw ga bisa??!!” dan seterusnya.
